Senin, 02 April 2018

Tips Sehat Makan di Restoran All You Can Eat

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

makan-doktersehat
Photo Credit: Flickr/ Tomek Augustyn

DokterSehat.Com– Anda sedang berencana makan di restoran all you can eat? Atau mungkin sedang ada jamuan makan di pernikahan atau acara tertentu? Wah, kalau tidak hati-hati diet Anda bisa gagal karena tergoda saat Anda sedang di buffet makanan lo.

Saat makan di tempat all you can eat, tentu ada berbagai jenis makanan yang disediakan. Umumnya ada cukup banyak pilihan makanan untuk satu golongan makanan.

Untuk itu penting bagi kita mengetahui apa saja sih tips agar kita tidak salah pilih saat makan all you can eat. Beberapa hal yang bisa kita lakukan adalah:

Tidak secara sengaja mengosongkan perut saat menjelang makan
Perut yang sengaja dipersiapkan kosong untuk “menyambut” all you can eat inilah yang akan menyebabkan kita makan berlebihan dan pilihan makanan hanya karena lapar mata saja. Untuk itu biasakan tetap makan teratur dan mengonsumsi camilan sehat setiap 2-3 jam sekali. Buatlah makan all you can eat sebagai pengganti maka utama.

Memilih bahan makanan yang tepat
Healthline menyebutkan bahwa ada beberapa jenis makanan yang aman jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, pilihan makanan tersebut di antaranya adalah:

  • Makanan yang bervolume untuk mengisi perut, yaitu air atau kaldu sup atau sup buah bisa dipilih sebagai menu.
  • Makanan yan tinggi serat, buah dan sayur tentu saja sangat baik untuk kesehatan. Berbagai sajian buah dan sayur saat makan all you can eat tentu ada dalam berbagai jenis variasi makanan yang tentu bisa dipilih sebagai menu makanan yang sehat.
  • Makanan berprotein yang rendah lemak, dibandingkan memilih daging sapi, ikan bisa menjadi pilihan yang tepat, selain itu hindari konsumsi daging unggas dengan kulit dan pilih bahan makanan hewani yang diolah dengan metode rendah lemak.

Makan sesuai porsi
Jenis makanan yang disajikan tentu sangat banyak dan wajar jika kita mencoba banyak masakan. Untuk itu jika ingin mencoba banyak jenis masakan maka cobalah dalam porsi kecil saja lalu terapkan untuk banyak jenis masakan sehingga kita bisa merasakan banyak masakan tanpa harus mengonsumsinya berlebihan.

Nah, itu dia tiga tips yang bisa kita terapkan agar makan saat all you can eat tetap bisa sehat, selamat mencoba ya.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Label:

Hindari Berkomentar Ini Pada Pasangan yang Sedang Program Hamil

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-usg-hamil-bayi

DokterSehat.Com– Memiliki keturunan merupakan salah satu kebahagiaan yang luar biasa bagi setiap pasangan. Namun, tidak semua pasangan diberi kemudahan untuk mendapatkan keturunan. Kondisi ini tentu menyebabkan pasangan yang belum dikaruniai keturunan merasa sedih atau sensitif pada hal-hal terkait anak dan kehamilan. Jika ada teman Anda yang sedang mengikuti program hamil, maka sebaiknya hindari berkomentar negatif terkait hal tersebut.

Komentar yang perlu dihindari pada pasangan yang sedang menjalani program hamil

Ketika Anda sedang berkumpul dengan teman-teman yang menjalani program hamil, bukan tidak mungkin akan ada pembicaraan yang menanyakan mengenai kendala yang dialami oleh teman Anda saat menjalani program hamil tersebut. Agar lebih amannya, sebaiknya Anda menghindari beberapa komentar yang dapat menyinggung perasaan rekan Anda.

Perlu diingat bahwa kita tidak mengetahui permasalahan sebenarnya yang dihadapi oleh teman Anda dan bagaimana kerasnya usaha teman Anda dan pasangan untuk mencoba memiliki anak. Selain itu, mungkin teman Anda juga merasa keberatan membicarakannya terlalu detail karena merupakan privasi setiap pasangan. Dilansir dari Belly Belly, berikut ini komentar yang sebaiknya perlu dihindari saat bertemu temany ang sedang menjalani program hamil:

1. “Santai saja, nanti pasti akan diberi keturunan”
Anda mungkin bermaksud untuk menenangkan dan memberi semangat, namun nasehat serupa seperti ini bukan yang pertama kali ia dengar. Anda ingin teman Anda lebih santai dan rileks saat menghadapi persiapan kehamilan, namun semakin banyak mendengar saran ini umumnya orang justru akan merasa was-was, apakah ia benar kurang rileks dalam menghadapi kondisinya.

2. “Kapan berencana punya anak?”
Pertanyaan semacam ini membuat pasangan lain merasa bahwa mereka kurang berusaha untuk memiliki anak sehingga terkesan menunda untuk memiliki keturunan. Padahal bisa jadi mereka sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memiliki anak namun belum berhasil.

3. Membandingkan dengan kesuksesan orang lain atau diri sendiri
Ketika mengetahui teman Anda sedang berjuang menjalani program hamil namun belum berhasil, Anda mungkin tertarik untuk memberi tahu kisah sukses orang lain atau Anda sendiri saat menjalani program tersebut. Hal ini tidak sepenuhnya salah, namun perlu Anda ingat bahwa kondisi dan permasalahan setiap pasangan berbeda-beda sehingga tips yang berhasil bagi suatu pasangan belum tentu berhasil untuk pasangan lain.

4. “Kamu harusnya bersyukur sudah memiliki anak pertama”
Ucapan ini umumnya dilontarkan pada pasangan yang mengalami secondari infertility atau kondisi kesulitan untuk memiliki anak kedua. Tentu saja memiliki anak pertama merupakan kebahagiaan tersendiri, namun, setiap pasangan memiliki cita-cita dan ukuran kebahagiaan tersendiri yang mungkin berbeda dengan sudut pandang Anda.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Label:

Memelihara Ayam Ternyata Bisa Memberikan Manfaat Ini

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-ayam-flu-burung-h5n1
Photo Credit: Scott Woods-Fehr

DokterSehat.Com– Masyarakat di kawasan pedesaan biasanya memelihara ayam di pekarangan rumahnya atau sengaja melepasnya untuk mencari makan sendiri. Biasanya, ayam-ayam ini akan disembelih saat hari raya atau memang sengaja dijadikan peliharaan untuk mengisi waktu. Yang tidak disangka adalah, memelihara ayam ternyata juga bisa memberikan manfaat bagi kesehatan, lo.

Dikutip dari Health Line, dengan memelihara ayam, maka kita akan lebih mudah untuk membuang sisa bahan makanan dari dapur, mendapatkan pupuk dari kotorannya yang bisa membuat tanaman di sekitar rumah lebih subur, menyediakan bahan makanan sehat seperti daging ayam atau telur, dan mencegah datangnya hama.

Centers for Disease Control and Prevention, Badan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat menyebutkan bahwa memiliki peliharaan, termasuk memelihara ayam, bisa membantu menurunkan tekanan darah, menjaga kadar kolesterol dan trigliserida tetap normal, membantu tubuh banyak bergerak, dan bisa membuat seseorang lebih baik dalam bersosialisasi.

Memberi makan ayam atau bermain-main dengan hewan unggas ini bisa membuat kita tidak hanya terpaku pada televisi atau ponsel untuk mencari hiburan. Selain itu, jika kita melakukannya bersama dengan keluarga atau orang-orang di lingkungan sekitar, maka kita akan bersosialisasi dengan baik dan akhirnya tidak mudah terkena masalah kesehatan mental.

Memelihara ayam di pekarangan “memaksa” kita untuk melakukan kegiatan di luar rumah setiap hari, khususnya untuk mengganti makanan dan minumannya atau membersihkan kotorannya. Badan akan banyak bergerak dan kita pun akan mendapatkan manfaat kesehatan yang seperti yang kita dapatkan jika rutin berolahraga.

Melihat adanya fakta ini, jangan heran jika banyak orang tua ingin memelihara ayam di usia senja karena membuat tubuh terasa lebih sehat dan bahagia.

Kalau Sobat Sehat suka tidak memelihara ayam?



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Label:

Minggu, 01 April 2018

Wah, Ternyata 3 Hal ini Bisa Menurunkan Gairah Seksual

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

akibat-kurang-tidur-doktersehat
Photo Credit : pexels.com

DokterSehat.Com– Hubungan seksual adalah sebuah kebutuhan biologis yang harus dipenuhi oleh setiap orang. Selain memberikan rasa nikmat, seksual juga terbukti memiliki berbagai manfaat, mulai dari menghilangkan stres, meningkatkan keharmonisa rumah tangga, memberikan keturunan, serta masih banyak lagi manfaat lainnya.

Photo Credit: pexels.com

Karena begitu bermanfaat, maka tak heran jika pakar seksolog menganjurkan setiap pasangan untuk rutin melakukan hubungan seksual setidaknya empat kali dalam seminggu. Namun, kadang hubungan seksual sering menuai kendala, misal menurunnya gairah. Ya, hal tersebut adalah salah satu faktor yang memengaruhi aktivitas seksual seseorang. Maka dari itu, Anda sangat dianjurkan untuk menghindari hal-hal yang bisa menurunkan gairah seksual Anda. Adapun hal-hal tersebut sebagai berikut:

1. Hindari Antidepresan

Antidepresan adalah serangkaian obat yang digunakan untuk mengatasi segala gangguan depresi. Biasanya, orang yang mengonsumsi obat-obatan ini adalah orang yang mengalami kecemasan serta kekhawatiran yang tinggi. Padahal, obat-obatan tersebut bisa mengacaukan testosterone dan inhibitor serotonin yang bisa menurunkan gairah seksual Anda.

2. Kurangi Kafein dan Alkohol

Perlu diketahui, kafein dan alkohol adalah zat yang bisa memengaruhi mental serta otak seseorang. Biasanya, terlalu banyak mengonsumsi kafein atau alkohol, kinerja otak seseorang cenderung kacau. Nah, saat kinerja otak menjadi kacau, maka gairah seksual pun akan turun seketika. Maka dari itu, kurangi atau bahkan hindari alkohol maupun kafein yang berlebihan.

3. Tinggalkan Film Porno

Saat seseorang terlalu sering menonton film porno, maka tubuhnya akan merangsang dopamin secara berlebihan. Lantas saat dopamin telah terangsang, maka seseorang tersebut akan mendapatkan kenikmatan seksual walaupun dia sedang tidak melakukan hubungan intim. Itulah mengapa terlalu sering menonton film porno membuat seseorang menjadi lebih tidak bergairah dalam bercinta.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Label: